Al-Quran Online ini, ajakan untuk mendalami AlQuran sambil mencari ridho dan cinta Allah semata
Daftar Akar Kata Pada AlQuran
Dipersembahkan oleh para sukarelawan yang hanya mencari kecintaan Allah semata

Ali-Imran

dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

ayat 1

Alif Lam Mim

Detail I'rāb Surat Ali Imran ayat 1

🧐 Detail I'rāb (Analisis Gramatikal)

Komponen

I'rāb (Analisis Gramatikal)

Fungsi dan Keterangan

الم (Alif Lām Mīm)

Asmā' al-Ṣawt wa-al-Ḥurūf

Secara harfiah, ia adalah serangkaian huruf yang dibaca sebagai nama-nama huruf Arab (Alif, Lām, Mīm).

Lā maḥalla lahā min al-i'rāb (Tidak memiliki posisi i'rāb)

Ini adalah pandangan yang paling umum dan kuat dalam i'rāb untuk al-ḥurūf al-muqaṭṭa'ah. Alasannya:

1. Mubham/Tawqīfī (Samar/Didasarkan pada ketetapan): Makna sejati huruf-huruf ini hanya diketahui oleh Allah (pandangan mayoritas ulama tafsir). Karena maknanya tidak diketahui, fungsinya dalam struktur kalimat juga tidak dapat ditentukan.

2. Fātiḥah li-Suwar (Pembuka Surah): Ia hanya berfungsi sebagai tanda atau inisial pembuka surah.

Pandangan Alternatif (Ta'wīl)

Beberapa ulama mencoba menganalisisnya dengan asumsi ia memiliki fungsi gramatikal:

Dīwān al-Mubtada'

Dianggap sebagai Ism (kata benda), berkedudukan sebagai Mubtada' (subjek).

wa-al-Khabar maḥdhūf

Khabar (predikat) dari mubtada' tersebut dianggap tersembunyi/dihilangkan (maḥdhūf). Contoh taqdīr (perkiraan) kalimatnya:

> "الم" $\rightarrow$ hādhihi $\text{الم}$ (Ini adalah Alif Lām Mīm)

> "الم" $\rightarrow$ $\text{الم}$ huwa Allāhu A'lam ($\text{Alif Lām Mīm}$ adalah Allah lebih mengetahui)

Dīwān al-Qasam

Dianggap sebagai Qasam (sumpah). Huruf-huruf ini seolah-olah adalah huruf Jarr (preposisi) sumpah yang tersembunyi (contoh: Wa-Alif Lām Mīm = Demi Alif Lām Mīm).

Dīwān al-Munādā

Dianggap sebagai Munādā (yang dipanggil) dengan ḥarf al-nidā' (partikel panggilan) yang tersembunyi ().


🌟 Kesimpulan I'rāb

Dalam kajian i'rāb klasik, al-ḥurūf al-muqaṭṭa'ah seperti الم (Alif Lām Mīm) pada ayat 1 Surah Āli 'Imrān tidak memiliki posisi i'rāb (lā maḥalla lahā min al-i'rāb).

Ini karena secara ṣarīḥ (jelas), mereka adalah nama-nama huruf, dan fungsi utamanya adalah sebagai inisial pembuka surah, dengan makna yang tawqīfī (hanya diketahui oleh Allah) atau sebagai indikasi kemu'jizatan Al-Qur'an (bahwa kitab suci ini tersusun dari huruf-huruf biasa, namun manusia tidak mampu membuat yang serupa).