|
الم
(Alif
Lām Mīm)
|
Asmā' al-Ṣawt
wa-al-Ḥurūf
|
Secara harfiah, ia
adalah serangkaian huruf yang dibaca sebagai nama-nama huruf Arab
(Alif, Lām, Mīm).
|
|
Lā maḥalla
lahā min al-i'rāb (Tidak memiliki posisi i'rāb)
|
Ini adalah pandangan
yang paling umum dan kuat dalam i'rāb untuk al-ḥurūf
al-muqaṭṭa'ah. Alasannya:
|
|
|
1. Mubham/Tawqīfī
(Samar/Didasarkan pada ketetapan): Makna sejati huruf-huruf ini
hanya diketahui oleh Allah (pandangan mayoritas ulama tafsir).
Karena maknanya tidak diketahui, fungsinya dalam struktur kalimat
juga tidak dapat ditentukan.
|
|
|
2. Fātiḥah
li-Suwar (Pembuka Surah): Ia hanya berfungsi sebagai tanda
atau inisial pembuka surah.
|
|
Pandangan
Alternatif (Ta'wīl)
|
Beberapa ulama
mencoba menganalisisnya dengan asumsi ia memiliki fungsi
gramatikal:
|
|
Dīwān
al-Mubtada'
|
Dianggap sebagai Ism
(kata benda), berkedudukan sebagai Mubtada'
(subjek).
|
|
wa-al-Khabar
maḥdhūf
|
Khabar
(predikat) dari mubtada' tersebut dianggap
tersembunyi/dihilangkan (maḥdhūf). Contoh taqdīr
(perkiraan) kalimatnya:
|
|
|
> "الم"
$\rightarrow$ hādhihi
$\text{الم}$
(Ini adalah Alif Lām Mīm)
|
|
|
> "الم"
$\rightarrow$ $\text{الم}$
huwa Allāhu A'lam
($\text{Alif Lām Mīm}$ adalah Allah lebih mengetahui)
|
|
Dīwān al-Qasam
|
Dianggap sebagai
Qasam (sumpah). Huruf-huruf ini seolah-olah adalah
huruf Jarr (preposisi) sumpah yang tersembunyi (contoh:
Wa-Alif Lām Mīm = Demi Alif Lām Mīm).
|
|
Dīwān al-Munādā
|
Dianggap sebagai
Munādā (yang dipanggil) dengan ḥarf al-nidā'
(partikel panggilan) yang tersembunyi (Yā).
|