Al-Quran Online ini, ajakan untuk mendalami AlQuran sambil mencari ridho dan cinta Allah semata
Daftar Akar Kata Pada AlQuran
Dipersembahkan oleh para sukarelawan yang hanya mencari kecintaan Allah semata

An-Nisa

dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

ayat 42

Di hari itu orang-orang kafir dan orang-orang yang mendurhakai rasul, ingin supaya mereka disama-ratakan dengan tanah, dan mereka tidak dapat menyembunyikan (dari Allah) sesuatu kejadianpun.

Irab Surat AnNisa ayat 42



I. Bagian Pertama: Hari Kiamat dan Keinginan Orang Kafir

Kata

I'rāb (Kedudukan Gramatikal)

Keterangan/Status

يَوْمَئِذٍ (Yawma'iḏin)

Ẓarf Zamān (Keterangan Waktu)

Manṣūb (dalam posisi naṣb). Tanwīn (ـٍ) adalah Tanwīn al-'Iwaḍ (pengganti kalimat yang dihilangkan). Muḍāf kepada Iḏā yang dihilangkan. Terkait dengan Yawaddu.

يَوَدُّ (Yawaddu)

Fi'l Muḍāri' (Kata Kerja Sekarang/Akan Datang)

Marfū' (berharakat ḍammah).

الَّذِينَ (Al-laḍīna)

Ism Mawṣūl (Kata Sambung)

Fā'il (Subjek) dari Yawaddu pada posisi raf'.

كَفَرُوا (Kafarū)

Fi'l Māḍī

Wāw al-Jamā'ah adalah Fā'il. Kalimat ini adalah Ṣilah al-Mawṣūl (Anak Kalimat Penghubung) untuk الَّذِينَ.

وَعَصَوُا (Wa 'aṣawu)

Wāw ('Aṭf) dan Fi'l Māḍī

Di-'aṭaf-kan kepada Kafarū. Wāw al-Jamā'ah adalah Fā'il.

الرَّسُولَ (Ar-rasūla)

Maf'ūl bih (Objek)

Manṣūb (berharakat fatḥah).

لَوْ تُسَوَّىٰ (Law tusawwā)

Law (Harf Maṣdariyyah) + Fi'l Muḍāri' Majhūl (Pasif)

Law dan kalimat setelahnya membentuk Maṣdar Mu'awwal (Objek dari Yawaddu). Tusawwā Marfū' dengan ḍammah muqaddarah di atas alif.

بِهِمُ (Bihimu)

Jārr wa Majrūr

Muta'alliq (terkait) dengan Tusawwā.

الْأَرْضُ (Al-arḍu)

Nā'ib al-Fā'il (Subjek Pasif)

Marfū' (berharakat ḍammah).




II. Bagian Kedua: Ketidakmampuan Menyembunyikan Kebenaran

Kata

I'rāb (Kedudukan Gramatikal)

Keterangan/Status

وَلَا يَكْتُمُونَ (Wa lā yaktumūna)

Wāw (Ḥāl - Keadaan) atau I'tināf (Permulaan Kalimat Baru) + Lā Nāfiyah + Fi'l Muḍāri'

Marfū' dengan tsubūt an-nūn. Wāw al-Jamā'ah adalah Fā'il.

اللَّهَ (Allāha)

Maf'ūl bih Awwal (Objek Pertama)

Manṣūb (berharakat fatḥah).

حَدِيثًا (Ḥadīṯan)

Maf'ūl bih Ṡānī (Objek Kedua)

Manṣūb (berharakat fatḥah). Artinya: "pembicaraan/perkataan."


🔑 Poin Utama I'rāb Ayat

  1. Ẓarf Zamān Yawma'iḏin: يَوْمَئِذٍ (Pada hari itu) adalah ẓarf yang Manṣūb. Tanwīn (ـٍ) menunjukkan adanya kalimat yang dihilangkan, yaitu Yawma iḏ ja'nā bikulli ummatin bi šahīd (ketika Kami datangkan saksi dari setiap umat - mengacu ke ayat 41). Yawma'iḏin terikat dengan kata kerja يَوَدُّ (berkeinginan).

  2. Maṣdar Mu'awwal sebagai Objek Yawaddu: Kata kerja يَوَدُّ (berkeinginan) diikuti oleh لَوْ تُسَوَّىٰ بِهِمُ الْأَرْضُ. Law di sini adalah Ḥarf Maṣdariyyah (huruf pembentuk Maṣdar), dan bersama kalimat setelahnya, ia membentuk Maṣdar Mu'awwal yang berfungsi sebagai Maf'ūl bih bagi Yawaddu. Artinya: "Mereka menginginkan perataan bumi bersama mereka."

  3. Fi'l Majhūl (Pasif): Kata kerja تُسَوَّىٰ (diratakan) berbentuk pasif, sehingga الْأَرْضُ (bumi) berkedudukan sebagai Nā'ib al-Fā'il (Subjek Pasif) yang Marfū'.

  4. Kata Kerja Dua Objek (Yaktumūna): Kata kerja يَكْتُمُونَ (mereka menyembunyikan) mengambil dua objek (seperti A'ṭā, Kassā, Zanna):

    • Objek 1: اللَّهَ (Allah).

    • Objek 2: حَدِيثًا (sesuatu pun dari pembicaraan).

  5. Wāw al-Ḥāl: وَلَا يَكْتُمُونَ اللَّهَ حَدِيثًا sering di-i'rāb sebagai kalimat yang menjelaskan keadaan (Ḥāl) mereka pada Hari Kiamat. Yaitu, mereka tidak dapat menyembunyikan perkataan (kesaksian) dari Allah, padahal mereka sangat menginginkan hal itu terjadi (karena malu dan takut).

Ayat ini menyajikan gambaran yang dramatis tentang penyesalan di Hari Kiamat, di mana keinginan terbesar orang kafir adalah lenyap ditelan bumi karena beratnya hisab, tetapi pada saat yang sama, mereka tidak akan mampu menyembunyikan satu pun kebenaran dari Allah.