Al-Quran Online ini, ajakan untuk mendalami AlQuran sambil mencari ridho dan cinta Allah semata
Daftar Akar Kata Pada AlQuran
Dipersembahkan oleh para sukarelawan yang hanya mencari kecintaan Allah semata

An-Nisa

dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

ayat 45

Dan Allah lebih mengetahui (daripada kamu) tentang musuh-musuhmu. Dan cukuplah Allah menjadi Pelindung (bagimu). Dan cukuplah Allah menjadi Penolong (bagimu).

Irab Surat AnNisa ayat 45

Ayat ini memberikan jaminan dan penegasan kepada kaum Muslimin bahwa Allah Maha Mengetahui musuh-musuh mereka dan Dia cukup sebagai Pelindung dan Penolong, menghadapi ancaman yang dijelaskan di ayat sebelumnya.

I. Bagian Pertama: Penegasan Pengetahuan Allah

Kata

I'rāb (Kedudukan Gramatikal)

Keterangan/Status

وَاللَّهُ (Wa Allāhu)

Wāw (Istināf) dan Lafẓ al-Jalālah

Mubtada' (Subjek) pada posisi raf'.

أَعْلَمُ (A'lamu)

Khabar (Predikat)

Marfū' (berharakat ḍammah). Ia adalah Ism Taflīḍ (Kata Perbandingan Superlatif), artinya: "Lebih mengetahui/Maha Mengetahui."

بِأَعْدَائِكُمْ (Bi a'dā'ikum)

Jārr wa Majrūr

Muta'alliq (terkait) dengan A'lamu.




II. Bagian Kedua: Penegasan Kecukupan Allah sebagai Pelindung

Kata

I'rāb (Kedudukan Gramatikal)

Keterangan/Status

وَكَفَىٰ (Wa kafā)

Wāw ('Aṭf) dan Fi'l Māḍī (Kata Kerja Lampau)

Mabnī 'alā al-fatḥ al-muqaddar. Kata kerja yang bermakna kecukupan.

بِاللَّهِ (Bil-lāhī)

Bā' (Zā'idah - Tambahan) dan Lafẓ al-Jalālah

Lafẓ al-Jalālah adalah Fā'il (Subjek) dari Kafā pada posisi raf' yang diperkirakan (raf' maḥallī), karena Bā' tambahan menyebabkan kata setelahnya Majrūr (secara lafaz/harakat).

وَلِيًّا (Walīyan)

Tamyīz (Penjelas/Pembeda)

Manṣūb (berharakat fatḥah). Secara makna: "sebagai pelindung/wali."

وَكَفَىٰ بِاللَّهِ نَصِيرًا

Struktur I'rāb sama dengan sebelumnya.

Naṣīran (Penolong) adalah Tamyīz (Manṣūb).


🔑 Poin Utama I'rāb Ayat

  1. Struktur Kalimat Nominal (Allāhu A'lamu): Bagian awal ayat adalah kalimat nominal sederhana yang terdiri dari Mubtada' (اللَّهُ) dan Khabar (أَعْلَمُ). A'lamu sebagai Ism Taflīḍ (superlatif) terikat dengan Jārr wa Majrūr (بِأَعْدَائِكُمْ).

  2. Kaidah Kafā bi...: Frasa وَكَفَىٰ بِاللَّهِ وَلِيًّا (Cukuplah Allah sebagai pelindung) mengikuti kaidah khusus dalam bahasa Arab.

    • كَفَىٰ adalah kata kerja.

    • بِ (Bā') adalah huruf tambahan (Bā' Zā'idah) yang berfungsi untuk penekanan.

    • اللَّهِ (Lafẓ al-Jalālah) secara lafaz adalah Majrūr karena adanya Bā' Zā'idah, tetapi secara kedudukan gramatikal ia adalah Fā'il (Subjek) bagi Kafā pada posisi raf'.

    • وَلِيًّا (sebagai pelindung) di-i'rāb sebagai Tamyīz (penjelas) dan selalu Manṣūb.

  3. Pengulangan untuk Penekanan: Pengulangan frasa وَكَفَىٰ بِاللَّهِ (dan cukuplah Allah) dengan dua Tamyīz yang berbeda (وَلِيًّا dan نَصِيرًا) berfungsi untuk penekanan yang kuat (Taukīd). Ini merupakan jaminan ganda bagi kaum Muslimin bahwa mereka tidak perlu khawatir tentang ancaman musuh (seperti yang dibahas di ayat sebelumnya), karena Allah adalah Pelindung dan Penolong yang Maha Cukup.

Secara keseluruhan, ayat ini memberikan ketenangan hati (Taṭmīn) kepada orang-orang beriman melalui penegasan sifat Al-Ilm (Maha Mengetahui) dan Al-Kifāyah (Maha Mencukupi) yang dimiliki Allah.