Al-Quran Online ini, ajakan untuk mendalami AlQuran sambil mencari ridho dan cinta Allah semata
Daftar Akar Kata Pada AlQuran
Dipersembahkan oleh para sukarelawan yang hanya mencari kecintaan Allah semata

An-Nisa

dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

ayat 51

Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang diberi bahagian dari Al Kitab? Mereka percaya kepada jibt dan thaghut, dan mengatakan kepada orang-orang kafir (musyrik Mekah), bahwa mereka itu lebih benar jalannya dari orang-orang yang beriman.

Irab Surat AnNisa ayat 51

Ayat ini merupakan kelanjutan dari kecaman terhadap Ahli Kitab (khususnya Yahudi) yang menyembah berhala (Jibt) dan thaghut, serta mengklaim bahwa orang-orang kafir Quraisy lebih benar jalannya daripada orang-orang beriman (Muslim).

I. Bagian Pertama: Pertanyaan dan Kesesatan Ahli Kitab

Kata

I'rāb (Kedudukan Gramatikal)

Keterangan/Status

أَلَمْ (Alam)

Hamzah (Istifhām Inkārī) + Lam (Jāzim)

Pertanyaan retoris bermakna pencelaan (Tawbīkh) dan keheranan (Ta'ajjub).

تَرَ (Tara)

Fi'l Muḍāri' Majzūm

Majzūm dengan ḥaḍfu ḥarf al-'illah (hilangnya alif). Fā'il-nya ḍamīr mustatir (anda/Nabi Muhammad).

إِلَى الَّذِينَ (Ilā al-laḍīna)

Jārr wa Majrūr

Muta'alliq (terkait) dengan Tara.

أُوتُوا (Ūtū)

Fi'l Māḍī Majhūl (Pasif)

Wāw al-Jamā'ah adalah Nā'ib al-Fā'il. Kalimat ini adalah Ṣilah al-Mawṣūl (Anak Kalimat Penghubung) untuk الَّذِينَ.

نَصِيبًا (Naṣīban)

Maf'ūl bih Ṡānī (Objek Kedua)

Manṣūb.

مِّنَ الْكِتَابِ (Mina al-kitābi)

Jārr wa Majrūr

Na'at (Sifat) untuk نَصِيبًا.

يُؤْمِنُونَ (Yu'minūna)

Fi'l Muḍāri'

Marfū' dengan tsubūt an-nūn. Wāw al-Jamā'ah adalah Fā'il. Kalimat ini adalah Ḥāl (Keadaan) bagi Al-laḍīna pada posisi naṣb.

بِالْجِبْتِ وَالطَّاغُوتِ (Bil-jibti wa aṭ-ṭāghūti)

Jārr wa Majrūr

Muta'alliq dengan Yu'minūna. Aṭ-Ṭāghūti di-'aṭaf-kan kepada Al-Jibti.




II. Bagian Kedua: Pernyataan Mereka yang Sesat

Kata

I'rāb (Kedudukan Gramatikal)

Keterangan/Status

وَيَقُولُونَ (Wa yaqūlūna)

Wāw ('Aṭf) dan Fi'l Muḍāri' Marfū'

Di-'aṭaf-kan kepada Yu'minūna. Wāw al-Jamā'ah adalah Fā'il.

لِلَّذِينَ كَفَرُوا (Lil-laḍīna kafarū)

Jārr wa Majrūr

Muta'alliq dengan Yaqūlūna.

هَٰؤُلَاءِ (Hā'ulā'i)

Ism Išārah (Kata Tunjuk)

Mubtada' (Subjek) pada posisi raf'. Menunjuk kepada orang-orang kafir Quraisy.

أَهْدَىٰ (Ahdā)

Khabar (Predikat)

Marfū' dengan ḍammah muqaddarah. Ia adalah Ism Taflīḍ (Superlatif), artinya: "lebih mendapat petunjuk."

مِنَ الَّذِينَ آمَنُوا (Mina al-laḍīna āmanū)

Jārr wa Majrūr

Muta'alliq dengan أَهْدَىٰ.

سَبِيلًا (Sabīlan)

Tamyīz (Penjelas/Pembeda)

Manṣūb (berharakat fatḥah). Menjelaskan perbandingan (dalam hal jalan).

Jumlah هَٰؤُلَاءِ أَهْدَىٰ...

Maqūl al-Qaul (Kata yang Diucapkan)

Pada posisi naṣb (sebagai Maf'ūl bih dari Yaqūlūna).


🔑 Poin Utama I'rāb Ayat

  1. Alam Tara: Seperti ayat sebelumnya (4:44 dan 4:49), أَلَمْ تَرَ adalah pertanyaan retoris untuk menunjukkan keheranan dan pencelaan terhadap penyimpangan Ahli Kitab.

  2. Ḥāl Yu'minūna: Kalimat يُؤْمِنُونَ بِالْجِبْتِ وَالطَّاغُوتِ (mereka beriman kepada Jibt dan Thaghut) adalah Ḥāl (keadaan) bagi Ahli Kitab. Ini menjelaskan keheranan tersebut: Bagaimana mungkin orang yang diberi Kitab (أُوتُوا نَصِيبًا مِّنَ الْكِتَابِ) justru beriman kepada sesembahan selain Allah.

  3. Ism Taflīḍ Ahdā: Kata أَهْدَىٰ (lebih mendapat petunjuk) adalah Ism Taflīḍ (superlatif/komparatif) yang berfungsi sebagai Khabar. Ia membutuhkan Tamyīz untuk menjelaskan aspek perbandingannya.

  4. Tamyīz Sabīlan: Kata سَبِيلًا (sebagai jalan) adalah Tamyīz yang Manṣūb. Ia menjelaskan aspek perbandingan dalam Ahdā: orang-orang kafir lebih mendapat petunjuk dalam hal jalan/cara dibandingkan orang-orang beriman—suatu klaim yang sesat.

  5. Maqūl al-Qaul (Kutipan Perkataan): Seluruh kalimat هَٰؤُلَاءِ أَهْدَىٰ مِنَ الَّذِينَ آمَنُوا سَبِيلًا adalah perkataan yang diucapkan Ahli Kitab, sehingga ia berfungsi sebagai Maf'ūl bih bagi kata kerja وَيَقُولُونَ.

Ayat ini mencela dua kejahatan besar Ahli Kitab: pertama, penyimpangan akidah (beriman kepada Jibt dan Thaghut), dan kedua, penyesatan sosial (menegaskan kebenaran klaim orang kafir dan memfitnah jalan keimanan).