Al-Quran Online ini, ajakan untuk mendalami AlQuran sambil mencari ridho dan cinta Allah semata
Daftar Akar Kata Pada AlQuran
Dipersembahkan oleh para sukarelawan yang hanya mencari kecintaan Allah semata

Al-Imran

dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

ayat 74

Allah menentukan rahmat-Nya (kenabian) kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah mempunyai karunia yang besar.

Detail I'rāb Surat Ali Imran ayat 74



Ayat ini merupakan kelanjutan dan penutup dari pernyataan pada ayat 73, yang menegaskan bahwa pemberian rahmat dan karunia (termasuk kenabian) adalah hak prerogatif Allah semata.


I'rab Surah Ali 'Imran Ayat 74

Kata

Jenis Kata

I'rab (Kedudukan)

Penjelasan

يَخْتَصُّ

Fi'il Mudhāri'

Marfu' (Kedudukan Rafa')

Fi'il Mudhāri'Fa'il (Pelaku) adalah dhamir mustatir takdirnya Huwa (kembali kepada Allah).

يَخْتَصُّ

Jumlat Fi'liyyah

Fi mahalli Rafa'

Khabar ketiga bagi إِنَّ di ayat 73, atau Jumlat Isti'nāf (kalimat baru).

بِرَحْمَتِهِ

Haraf + Isim + Dhamir

بِ adalah Haraf Jarrرَحْمَتِ adalah Isim Majrur (Mudhaf). هِ adalah Mudhaf Ilaih.

Syibhul jumlah yang muta'alliq (berhubungan) dengan يَخْتَصُّ.

مَن

Isim Maushul

Mabni 'Ala As-Sukun fi mahalli Nashab

Maf'ulun Bih bagi يَخْتَصُّ.

يَشَاءُ

Fi'il Mudhāri'

Marfu' (Kedudukan Rafa')

Fi'il Mudhāri'Fa'il adalah dhamir mustatir takdirnya Huwa.

يَشَاءُ

Jumlat Fi'liyyah

Tidak memiliki kedudukan i'rab

Shilah Al-Maushul bagi مَن.

وَ

Huruf Isti'nāf

Haraf Isti'nāf

Memulai kalimat penutup (penegasan).

اللَّهُ

Isim Jalalah

Marfu' (Kedudukan Rafa')

Mubtada'.

ذُو

Isim Asmā'ul Khamsah

Marfu' (Kedudukan Rafa'). Mudhaf.

Khabar bagi اللَّهُ. Tanda rafa'-nya wāwu.

الْفَضْلِ

Isim

Majrur

Mudhaf Ilaih bagi ذُو.

الْعَظِيمِ

Isim (Ṣifat)

Majrur

Na'at (Sifat) bagi الْفَضْلِ.


📝 Catatan Penting Mengenai I'rab:

  1. Khabar Berantai: Kalimat يَخْتَصُّ بِرَحْمَتِهِ... secara logis berfungsi sebagai Khabar ketiga (atau Ḥāl) bagi إِنَّ (اللَّهَ) dari ayat sebelumnya (ayat 73), yang menegaskan bahwa kemuliaan dan karunia (termasuk kenabian) hanya milik Allah, dan Dia memberikannya kepada siapa yang Dia kehendaki.

  2. Asmā'ul Khamsah: Kata ذُو (pemilik/yang mempunyai) adalah salah satu dari Asmā'ul Khamsah (lima isim khusus), yang ditandai dengan wāwu saat rafa'. Ia berfungsi sebagai Khabar bagi Mubtada' اللَّهُ.

  3. Penegasan Ulang: Kalimat terakhir (وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ) adalah Jumlat Ismiyyah yang berdiri sendiri, menegaskan kembali kekuasaan dan keagungan Allah yang memiliki karunia terbesar.