Hadits riyawat : bukhari dengan nomor hadits : 302
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ الْوَهَّابِ قَالَ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ عَنْ أَيُّوبَ عَنْ حَفْصَةَ قَالَ أَبُو عَبْد اللَّهِ أَوْ هِشَامِ بْنِ حَسَّانَ عَنْ حَفْصَةَ عَنْ أُمِّ عَطِيَّةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَتْ كُنَّا نُنْهَى أَنْ نُحِدَّ عَلَى مَيِّتٍ فَوْقَ ثَلَاثٍ إِلَّا عَلَى زَوْجٍ أَرْبَعَةَ أَشْهُرٍ وَعَشْرًا وَلَا نَكْتَحِلَ وَلَا نَتَطَيَّبَ وَلَا نَلْبَسَ ثَوْبًا مَصْبُوغًا إِلَّا ثَوْبَ عَصْبٍ وَقَدْ رُخِّصَ لَنَا عِنْدَ الطُّهْرِ إِذَا اغْتَسَلَتْ إِحْدَانَا مِنْ مَحِيضِهَا فِي نُبْذَةٍ مِنْ كُسْتِ أَظْفَارٍ وَكُنَّا نُنْهَى عَنْ اتِّبَاعِ الْجَنَائِزِ قَالَ أَبُو عَبْد اللَّهِ رَوَاهُ هِشَامُ بْنُ حَسَّانَ عَنْ حَفْصَةَ عَنْ أُمِّ عَطِيَّةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Keterangan dari AlQuran berkaitan dengan kata :اتباع
Arti kata ittibâXa ( اتباع ) | ikut-ikutan |
Jumlah pemakaian kata ٱتِّبَاعَ | 1 kali. Rinciannya ada disini |
Kata dasar dari kata اتِّبَاعَ tersusun dari suku kata | ت-ب-ع Penggunaan kata dasar ت-ب-ع ini pada AlQuran ada di sini |
Jumlah pemakaian kata dasar atau akar kata ت-ب-ع pada AlQuran | 175 kali. Dipakai untuk kata benda sebanyak : 17 kali. Rinciannya ada disini Dipakai untuk kata kerja sebanyak : 158 kali. Rinciannya ada disini |
Jumlah variasi pemakaian kata dasar ت-ب-ع pada AlQuran | 92 macam. Rinciannya ada disini |
Makna dari kata dasar ت-ب-ع Catatatan : Ini bukan kamus, tetapi merupakan keterkaitan kata yang bisa jadi padananya atau keterangannya atau lawan katanya | Kata dasar ini sebagai kata benda berkaitan dengan makna kata telapak, langkah, jejak, anak tangga, cara langkah, bunyi langkah, langsung, sebenarnya, telapakan, tepat. Kata dasar ini sebagai kata kerja berkaitan dengan makna kata mengikuti, menyusul, ikut, menuruti, menganut, mengejar, mengekori, mengikut, terjadi, terdapat, menurut, mengekor, memahami, buntuti, mempan, mengiringkan, memperturuntukan, melihat dgn teliti, menganuti, mempergantungi, berhasil, menjadi, menggantikan, mengganti, mewarisi, menyokong, menaruh perhatian, mencari, menjuntai, berjuntai, membayang-bayangkan, menjurai, teruntai, rebeh, menguntai, berjurai, terjurai, menguntil, berjela-jela, kontal-kantil, melangkah, bertapak, memijak, menjejaki, menginjak, berjejak, berdansa, menempuh, menginjak-injak, menindas, mengarahkan, menjuruskan, memimpin, menyutradarai, mengarah, mengatur, memerintah, menujukan, menunjukkan, menepatkan, menauntukan, mempertauntukan, datang setelah, kontang-kanting, bekerja dlm bidang tertentu, menginjak tumit. |
Kajian kata اتِّبَاعَ ditinjau dari aspek tata bahasa : | 1 kata penamaan : Maksud dari kata Penamaan adalah kata yang mewakili nama dari suatu benda, kondisi, keadaan, sifat, keterangan, tempat atau nama apapun. Kata Penamaan ini tidak akan berubah terhadap waktu, baik waktu yang lalu maupun waktu sekarang atau yang akan datang. Kata penamaan ini berubah pada harakat terakhirnya, jika kata penamaan ini berada pada posisi subyek, obyek atau kepemilikan. 2 obyek : kata اتِّبَاعَ ini berposisi sebagai obyek dengan dicirikan dengan adanya akhiran fatchah, fatchahtain, tan, atau yna 3 jamak tidak teratur : kata اتِّبَاعَ ini merupakan bentuk jamak tidak teratur, artinya jamak yang tidak ditandai dengan tanda-tanda jamak seperti ûna ( ونَ ), îna ( ينَ ), âti ( اتِ ) ,âtu ( اتُ ). dalam pemakaian jamak tidak teratur seperti ini mengunakan bentuk perempuan baik untuk kata kerjanya atau kata sifatnya. |