Al-Quran Online ini, ajakan untuk mendalami AlQuran sambil mencari ridho dan cinta Allah semata
Daftar Akar Kata Pada AlQuran

Hadits riyawat : tirmidzi dengan nomor hadits : 769

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مَنِيعٍ حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ ابْنُ عُلَيَّةَ حَدَّثَنَا أَيُّوبُ عَنْ نَافِعٍ عَنْ نُبَيْهِ بْنِ وَهْبٍ قَالَ أَرَادَ ابْنُ مَعْمَرٍ أَنْ يُنْكِحَ ابْنَهُ فَبَعَثَنِي إِلَى أَبَانَ بْنِ عُثْمَانَ وَهُوَ أَمِيرُ الْمَوْسِمِ بِمَكَّةَ فَأَتَيْتُهُ فَقُلْتُ إِنَّ أَخَاكَ يُرِيدُ أَنْ يُنْكِحَ ابْنَهُ فَأَحَبَّ أَنْ يُشْهِدَكَ ذَلِكَ قَالَ لَا أُرَاهُ إِلَّا أَعْرَابِيًّا جَافِيًا إِنَّ الْمُحْرِمَ لَا يَنْكِحُ وَلَا يُنْكَحُ أَوْ كَمَا قَالَ ثُمَّ حَدَّثَ عَنْ عُثْمَانَ مِثْلَهُ يَرْفَعُهُ وَفِي الْبَاب عَنْ أَبِي رَافِعٍ وَمَيْمُونَةَ قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثُ عُثْمَانَ حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ وَالْعَمَلُ عَلَى هَذَا عِنْدَ بَعْضِ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْهُمْ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ وَعَلِيُّ بْنُ أَبِي طَالِبٍ وَابْنُ عُمَرَ وَهُوَ قَوْلُ بَعْضِ فُقَهَاءِ التَّابِعِينَ وَبِهِ يَقُولُ مَالِكٌ وَالشَّافِعِيُّ وَأَحْمَدُ وَإِسْحَقُ لَا يَرَوْنَ أَنْ يَتَزَوَّجَ الْمُحْرِمُ قَالُوا فَإِنْ نَكَحَ فَنِكَاحُهُ بَاطِلٌ

Keterangan dari AlQuran berkaitan dengan kata :المحرم

Arti kata almucharrami ( المحرم )orang yang sangat dihormati
Jumlah pemakaian kata ٱلْمُحَرَّمِ1 kali. Rinciannya ada disini
Kata dasar dari kata الْمُحَرَّمِ tersusun dari suku kata ح-ر-م

Penggunaan kata dasar ح-ر-م ini pada AlQuran ada di sini

Jumlah pemakaian kata dasar atau akar kata
ح-ر-م pada AlQuran
83 kali.

Dipakai untuk kata benda sebanyak : 44 kali. Rinciannya ada disini

Dipakai untuk kata kerja sebanyak : 39 kali. Rinciannya ada disini

Jumlah variasi pemakaian kata dasar ح-ر-م pada AlQuran34 macam. Rinciannya ada disini
Makna dari kata dasar ح-ر-م

Catatatan :
Ini bukan kamus, tetapi merupakan keterkaitan kata yang bisa jadi padananya atau keterangannya atau lawan katanya
Kata dasar ini sebagai kata benda berkaitan dengan makna kata wanita, bini, nyonya, rodong, suaka, tempat perlindungan, tempat suci, cagar alam, pekuburan, makam, perkuburan, lingga alam, suci, kudus, keramat, sakti, muharram, muharam, singit, berkenaan dgn agama, yg dipersembahkan, terkutuk, yang tak dapat diganggu gugat, cacat, cacad, kerusakan, kekurangan, cela, cacad, kepincangan, retak, kesalahan, salah, patahan, ketidakmampuan, kelumpuhan, ketidakprigelan, conteng, celekeh, bentuk yg cacad, ketidaksempurnaan, aib, noda, nista, kelemahan, hal kurang memuaskan, celaan, kecelaan, dosa, kepasikan, persetubuhan tanpa perkawinan, keaiban, infeksi, kerut, tiram yg dpt dimakan, imitasi, karikatur, loncat, loncatan , rusak, kurang baik, bercacat, tercacat, cengkong, tercela, cinangga, berbentuk aneh, berbentuk yg tdk serasi, batal, sakit, tdk sah, imperfek, fasid, tdk sempurna, ceroboh, tdk baik, yg dipotong, yg disingkatkan, ganas, kejam, jahat, keji, buruk

Kata dasar ini sebagai kata kerja berkaitan dengan makna kata
melarang, mencegah, menghalangi, mengapkir, mengharamkan, mengganggu, menolak, memegat, memveto, memalangi, menyekat, menghambat, mengawasi keras, merintangi, memerintahkan, menyuruh, memerintah, menabukan
Kajian kata الْمُحَرَّمِ ditinjau dari aspek tata bahasa :

1 kata penamaan : Maksud dari kata Penamaan adalah kata yang memakili nama dari suatu benda, kondisi, keadaan, sifat, keterangan, tempat atau nama apapun. Kata Penamaan ini tidak akan berubah terhadap waktu, baik waktu yang lalu maupun waktu sekarang atau yang akan datang. Kata penamaan ini berubah pada harakat terakhirnya, jika kata penamaan ini berada pada posisi subyek, obyek atau kepemilikan.

2 gender laki-laki : kata الْمُحَرَّمِ ini digolongkan dalam kata untuk jenis kelamin laki

3 kata dengan jumlah tunggal : untuk kata الْمُحَرَّمِ ini digolongkan dalam bentuk kata tunggal yang memiliki jenis laki-laki.

4 kata benda tanpa berakhiran tanwin (n) : kata الْمُحَرَّمِ ini merupakan jenis kata benda yang berakhiran tanpa tanwin, kata benda tanpa akhiran tanwin ini dapat memiliki akhiran a ( َ ), i ( ِ ) atau u ( ُ ). untuk kata benda ini,. untuk kata benda ini, akhiran yang digunakan adalah i (kasrah). bentuk akhiran (apakah berakhiran a,i atau u), hal ini tergantung pada kata sebelumnya. akhiran i (kasrah) disebabkan karena kata sebelumnya menggunakan kata yang menyebebakan kata berikutnya berakhiran kasrah.

Disclaimer / penafian