Hadits riyawat : bukhari dengan nomor hadits : 1896
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ زُرَيْعٍ عَنْ خَالِدٍ عَنْ عِكْرِمَةَ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ اعْتَكَفَتْ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ امْرَأَةٌ مِنْ أَزْوَاجِهِ مُسْتَحَاضَةٌ فَكَانَتْ تَرَى الْحُمْرَةَ وَالصُّفْرَةَ فَرُبَّمَا وَضَعْنَا الطَّسْتَ تَحْتَهَا وَهِيَ تُصَلِّي
Keterangan dari AlQuran berkaitan dengan kata :تحتها
Arti kata tachtihâ ( تحتها ) | bawahnya |
Jumlah pemakaian kata تَحْتِهَا | 34 kali. Rinciannya ada disini |
Kata dasar dari kata تَحْتِهَا tersusun dari suku kata | ت-ح-ت Penggunaan kata dasar ت-ح-ت ini pada AlQuran ada di sini |
Jumlah pemakaian kata dasar atau akar kata ت-ح-ت pada AlQuran | 51 kali. Dipakai untuk kata benda sebanyak : 51 kali. Rinciannya ada disini Kata dasar ت-ح-ت ini dalam AlQuran tidak dipakai untuk kata kerja |
Jumlah variasi pemakaian kata dasar ت-ح-ت pada AlQuran | 10 macam. Rinciannya ada disini |
Makna dari kata dasar ت-ح-ت Catatatan : Ini bukan kamus, tetapi merupakan keterkaitan kata yang bisa jadi padananya atau keterangannya atau lawan katanya | Kata dasar ini sebagai kata benda memberikan makna bawah, di dalam, di bawah, pada, turun, tenggelam kata dasar ini sebagai kata kerja memberikan makna menurunkan, menjatuhkan, meletakkan, menundukkan |
Kajian kata تَحْتِهَا ditinjau dari aspek tata bahasa : | 1 kata penamaan : Maksud dari kata Penamaan adalah kata yang mewakili nama dari suatu benda, kondisi, keadaan, sifat, keterangan, tempat atau nama apapun. Kata Penamaan ini tidak akan berubah terhadap waktu, baik waktu yang lalu maupun waktu sekarang atau yang akan datang. Kata penamaan ini berubah pada harakat terakhirnya, jika kata penamaan ini berada pada posisi subyek, obyek atau kepemilikan. 2 diikuti kata ganti sebagai obyek : kata تَحْتِهَا ini memiliki ganti nya. kata ganti ini dicirikan dengan adanya imbuan ha ( هَا ) pada akhir katanya. Dimana imbuan ha ( هَا ) ini bertindak sebagai obyeknya. |