Hadits riyawat : bukhari dengan nomor hadits : 5137
حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَاعِيلَ حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ عَنْ فِرَاسٍ عَنْ عَامِرٍ عَنْ الْبَرَاءِ قَالَ صَلَّى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ يَوْمٍ فَقَالَ مَنْ صَلَّى صَلَاتَنَا وَاسْتَقْبَلَ قِبْلَتَنَا فَلَا يَذْبَحْ حَتَّى يَنْصَرِفَ فَقَامَ أَبُو بُرْدَةَ بْنُ نِيَارٍ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَعَلْتُ فَقَالَ هُوَ شَيْءٌ عَجَّلْتَهُ قَالَ فَإِنَّ عِنْدِي جَذَعَةً هِيَ خَيْرٌ مِنْ مُسِنَّتَيْنِ آذْبَحُهَا قَالَ نَعَمْ ثُمَّ لَا تَجْزِي عَنْ أَحَدٍ بَعْدَكَ قَالَ عَامِرٌ هِيَ خَيْرُ نَسِيكَتَيْهِ
Keterangan dari AlQuran berkaitan dengan kata :لا
Arti kata lâ ( لا ) | tidak ada |
Jumlah pemakaian kata لَا | 618 kali. Rinciannya ada disini |
Makna dari penggunaan kata harf لَا | Kata لَا ini dalam penggunaannya dapat digunakan untuk mengatakan hal yang berlawanan dari kata yang diterangkan atau dapat pula digunakan untuk menyatakan atau menyeru larangan terhadap sesuatu perbuatan atau tindakan |
Kajian kata لَا ditinjau dari aspek tata bahasa : | 1 kelompok harf : kata لَا ini masuk dalam kelompok kata sambung (penghubung) maupun kata depan. kata لَا ini tidak dapat berdiri sendiri tanpa diikuti oleh kata lainnya. 2 kata depan bermakna bukan / tidak : kata لَا ini memiliki maka bukan atau tidak. hal ini ditandai dengan konsonan terakhirnya dari kata berikutnya yaitu رَيْبَ bisa berharakat dhomah (sebagai subyek) atau berharakat fathah (sebagai obyek) untuk bentuk tunggal dan berakhiran wau-nun untuk bentuk jamak. |