Hadits riyawat : bukhari dengan nomor hadits : 4331
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ عَمْرٍو عَنْ عَطَاءٍ سَمِعَ ابْنَ عَبَّاسٍ { أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ بَدَّلُوا نِعْمَةَ اللَّهِ كُفْرًا } قَالَ هُمْ كُفَّارُ أَهْلِ مَكَّةَ
Keterangan dari AlQuran berkaitan dengan kata :نعمة
Arti kata niXmata ( نعمة ) | nikmat |
Jumlah pemakaian kata نِعْمَةَ | 7 kali. Rinciannya ada disini |
Kata dasar dari kata نِعْمَةَ tersusun dari suku kata | ن-ع-م Penggunaan kata dasar ن-ع-م ini pada AlQuran ada di sini |
Jumlah pemakaian kata dasar atau akar kata ن-ع-م pada AlQuran | 140 kali. Dipakai untuk kata benda sebanyak : 120 kali. Rinciannya ada disini Dipakai untuk kata kerja sebanyak : 20 kali. Rinciannya ada disini |
Jumlah variasi pemakaian kata dasar ن-ع-م pada AlQuran | 61 macam. Rinciannya ada disini |
Makna dari kata dasar ن-ع-م Catatatan : Ini bukan kamus, tetapi merupakan keterkaitan kata yang bisa jadi padananya atau keterangannya atau lawan katanya | Kata dasar ini sebagai kata benda berkaitan dengan makna kata pekataan iya, persetujuan, pengesahan, pembenaran, kesepatan, peng-ia-an, penerimaan dengan baik, pengakuan Kata dasar ini sebagai kata kerja berkaitan dengan makna kata setuju, sepakat, menyetujui, sependapat, sesuai, cocok, mengesahkan, mengizinkan, membenarkan, memperkenan, mendukung, mengukuhkan, memperkuat, memperkukuh, memperkukuhkan, meng-oke-kan, menerima, menyambut, mengabulkan, memakbulkan, menampung, memperkenankan, ikut serta, ikut, memangku jabatan penting, mengiakan, menyokong, mengabsahkan, menguasakan, menuliskan nama, mengambil, memakai, mengangkat, memungut, meniri, berlangganan, menganut, menyumbang, menandatangani, berabonemen, berjalan, turut, menyelusuri, menyelesaikan, mematangkan, mengakhiri, membereskan, berbunyi, membunyikan, menerima dgn baik, menegaskan, menyungguhkan, menyangka, mengakui, mensahkan |
Kajian kata نِعْمَةَ ditinjau dari aspek tata bahasa : | 1 kata penamaan : Maksud dari kata Penamaan adalah kata yang memakili nama dari suatu benda, kondisi, keadaan, sifat, keterangan, tempat atau nama apapun. Kata Penamaan ini tidak akan berubah terhadap waktu, baik waktu yang lalu maupun waktu sekarang atau yang akan datang. Kata penamaan ini berubah pada harakat terakhirnya, jika kata penamaan ini berada pada posisi subyek, obyek atau kepemilikan. 2 gender perempuan : kata نِعْمَةَ ini digolongkan dalam kata yang bergender perempuan. 3 gender laki-perempuan : untuk kata نِعْمَةَ ini dapat digunakan untuk menerangkan laki-laki atau perempuan. 4 obyek : kata نِعْمَةَ ini berposisi sebagai obyek dengan dicirikan dengan adanya akhiran fatchah, fatchahtain, tan, atau yna 5 kata dengan jumlah tunggal : kata نِعْمَةَ ini merupakan jenis kata berjenis tunggal untuk perempuan 6 kata benda abstrak atau penamaan : kata نِعْمَةَ ini masuk dalam kelompok kata yang sering digunakan untuk menerangkan kata benda abstrak, yaitu kata benda yang tidak berwujud (artinya bendanya ada tetapi tidak dapat dilihat dengan mata atau tidak dapat diraba dengan panca indra manusia) misalnya kata benda yang beralan pe- atau yang berawalan dan akhiran pe - an (pekerjaan dari kata kerja), ke - an (kesenangan dari kata senang) atau bahkan seperti makhluk-makhluk ciptaan Allah yang makhluk tersebut tidak dapat disentuh dengan panca indra. Kata نِعْمَةَ ini sering digunakan untuk menerangkan penamaan suatu obyek, kondisi, keadaan atau situasi. 7 kata benda tanpa berakhiran tanwin (n) : kata نِعْمَةَ ini merupakan jenis kata benda yang berakhiran tanpa tanwin, kata benda tanpa akhiran tanwin ini dapat memiliki akhiran a ( َ ), i ( ِ ) atau u ( ُ ). untuk kata benda ini, akhiran yang digunakan adalah a (fatchah). bentuk akhiran (apakah berakhiran a,i atau u), hal ini tergantung pada kata sebelumnya. akhiran a (fatchah) disebabkan karena kata sebelumnya menggunakan kata yang menyebebakan kata berikutnya berakhiran fatchah. 8 kata benda tunggal perempuan : kata نِعْمَةَ ini termasuk jenis kata benda untuk tunggal untuk jenis perempuan |