Hadits riyawat : ibnu-majah dengan nomor hadits : 238
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ وَهْبِ بْنِ عَطِيَّةَ حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ بْنُ مُسْلِمٍ حَدَّثَنَا مَرْزُوقُ بْنُ أَبِي الْهُذَيْلِ حَدَّثَنِي الزُّهْرِيُّ حَدَّثَنِي أَبُو عَبْدِ اللَّهِ الْأَغَرُّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ مِمَّا يَلْحَقُ الْمُؤْمِنَ مِنْ عَمَلِهِ وَحَسَنَاتِهِ بَعْدَ مَوْتِهِ عِلْمًا عَلَّمَهُ وَنَشَرَهُ وَوَلَدًا صَالِحًا تَرَكَهُ وَمُصْحَفًا وَرَّثَهُ أَوْ مَسْجِدًا بَنَاهُ أَوْ بَيْتًا لِابْنِ السَّبِيلِ بَنَاهُ أَوْ نَهْرًا أَجْرَاهُ أَوْ صَدَقَةً أَخْرَجَهَا مِنْ مَالِهِ فِي صِحَّتِهِ وَحَيَاتِهِ يَلْحَقُهُ مِنْ بَعْدِ مَوْتِهِ
Keterangan dari AlQuran berkaitan dengan kata :نهرا
Arti kata naharân ( نهرا ) | sungai |
Jumlah pemakaian kata نَهَرًا | 1 kali. Rinciannya ada disini |
Kata dasar dari kata نَهَرًا tersusun dari suku kata | ن-ه-ر Penggunaan kata dasar ن-ه-ر ini pada AlQuran ada di sini |
Jumlah pemakaian kata dasar atau akar kata ن-ه-ر pada AlQuran | 113 kali. Dipakai untuk kata benda sebanyak : 109 kali. Rinciannya ada disini Dipakai untuk kata kerja sebanyak : 4 kali. Rinciannya ada disini |
Jumlah variasi pemakaian kata dasar ن-ه-ر pada AlQuran | 20 macam. Rinciannya ada disini |
Makna dari kata dasar ن-ه-ر Catatatan : Ini bukan kamus, tetapi merupakan keterkaitan kata yang bisa jadi padananya atau keterangannya atau lawan katanya | Kata dasar ini sebagai kata benda berkaitan dengan makna kata hari, siang, kali, bengawan, batang air, aliran, arus, pengaliran, berkas, urutan, arungan, jangkat Tidak ada kata kerja yang berkaitan kata dasar ini |
Kajian kata نَهَرًا ditinjau dari aspek tata bahasa : | 1 kata penamaan : Maksud dari kata Penamaan adalah kata yang mewakili nama dari suatu benda, kondisi, keadaan, sifat, keterangan, tempat atau nama apapun. Kata Penamaan ini tidak akan berubah terhadap waktu, baik waktu yang lalu maupun waktu sekarang atau yang akan datang. Kata penamaan ini berubah pada harakat terakhirnya, jika kata penamaan ini berada pada posisi subyek, obyek atau kepemilikan. 2 gender laki-laki : kata نَهَرًا ini digolongkan dalam kata untuk jenis kelamin laki 3 obyek : kata نَهَرًا ini berposisi sebagai obyek dengan dicirikan dengan adanya akhiran fatchah, fatchahtain, tan, atau yna 4 kata dengan jumlah tunggal : untuk kata نَهَرًا ini digolongkan dalam bentuk kata tunggal yang memiliki jenis laki-laki. 5 kata sifat untuk penekanan : kata ini memiliki bentuk kata penekanan dengan dicirikan adanya imbuan ân pada konsonan_k3 |