Al-Quran Online ini, ajakan untuk mendalami AlQuran sambil mencari ridho dan cinta Allah semata
Daftar Akar Kata Pada AlQuran

Hadits riyawat : nasai dengan nomor hadits : 941

أَخْبَرَنَا إِسْمَعِيلُ بْنُ مَسْعُودٍ وَمُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الْأَعْلَى وَاللَّفْظُ لَهُ قَالَ حَدَّثَنَا خَالِدٌ عَنْ شُعْبَةَ عَنْ زِيَادِ بْنِ عِلَاقَةَ قَالَ سَمِعْتُ عَمِّي يَقُولُ صَلَّيْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الصُّبْحَ فَقَرَأَ فِي إِحْدَى الرَّكْعَتَيْنِ وَالنَّخْلَ بَاسِقَاتٍ لَهَا طَلْعٌ نَضِيدٌ قَالَ شُعْبَةُ فَلَقِيتُهُ فِي السُّوقِ فِي الزِّحَامِ فَقَالَ ق

Keterangan dari AlQuran berkaitan dengan kata :والنخل

Arti kata wa(al)nnakhla ( والنخل ) pohon kurma
Jumlah pemakaian kata وَٱلنَّخْلَ2 kali. Rinciannya ada disini
Kata dasar dari kata وَالنَّخْلَ tersusun dari suku kata ن-خ-ل

Penggunaan kata dasar ن-خ-ل ini pada AlQuran ada di sini

Jumlah pemakaian kata dasar atau akar kata
ن-خ-ل pada AlQuran
20 kali.

Dipakai untuk kata benda sebanyak : 20 kali. Rinciannya ada disini

Kata dasar ن-خ-ل ini dalam AlQuran tidak dipakai untuk kata kerja

Jumlah variasi pemakaian kata dasar ن-خ-ل pada AlQuran13 macam. Rinciannya ada disini
Makna dari kata dasar ن-خ-ل

Catatatan :
Ini bukan kamus, tetapi merupakan keterkaitan kata yang bisa jadi padananya atau keterangannya atau lawan katanya
Kata dasar ini sebagai kata benda berkaitan dengan makna kata lebah, filter, penyaring, saringan, penyaringan, tapis, penapis, ayakan, ayak, pengayak, layar, kasa, tabir, sekat, kelir, tapisan, kalo, penapisan, knalpot, seleng, peredam letus, pilihan, seleksi, bidikan, sesuatu yg terpilih, karangan pilihan, perembesan

Kata dasar ini sebagai kata kerja berkaitan dengan makna kata
, menampi, memisahkan, mengiraikan, menyaring, mengayak, menyelidiki, menutupi, melindungi, mendinding, mendindingi, menampi , menapis, merembes, menyiksa, memaksakan, menegang, menegangkan, berusaha keras, membesut, menghaluskan, memperhalus, memurnikan, menyuling, menawarkan, berkukus, meluncur, menepis, menyendoki, membaca sepintas lalu, melancar, berpisah, menyibak, putus, melainkan, meresap, meluas, menyebar, melubangi, berteka-teki
Kajian kata وَالنَّخْلَ ditinjau dari aspek tata bahasa :

1 kata penamaan : Maksud dari kata Penamaan adalah kata yang mewakili nama dari suatu benda, kondisi, keadaan, sifat, keterangan, tempat atau nama apapun. Kata Penamaan ini tidak akan berubah terhadap waktu, baik waktu yang lalu maupun waktu sekarang atau yang akan datang. Kata penamaan ini berubah pada harakat terakhirnya, jika kata penamaan ini berada pada posisi subyek, obyek atau kepemilikan.

2 obyek : kata وَالنَّخْلَ ini berposisi sebagai obyek dengan dicirikan dengan aya akhiran fatchah, fatchahtain, tan, atau yna

3 imbuan : imbuan wa ( وَ ) yang ada pada kata ini dapat bermakna DAN, beserta, atau dapat pula bermakna demi. jika kata wa ( وَ ) ini diapit oleh dua buah kata benda, atau dua buah kata kerja atau frase maka imbuan wa ( وَ ) ini bermakna DAN. adapun jika tidak diapit oleh dua buah kata benda,kata kerja atau frase maka imbuan wa ( وَ ) ini bermakna demi.

4 kata benda abstrak atau penamaan : kata وَالنَّخْلَ ini masuk dalam kelompok kata yang sering digunakan untuk menerangkan kata benda abstrak, yaitu kata benda yang tidak berwujud (maknanya benya ada tetapi tidak dapat dilihat dengan mata atau tidak dapat diraba dengan panca indra manusia) misalnya kata benda yang beralan pe- atau yang berawalan akhiran pe - an (pekerjaan dari kata kerja), ke - an (kesenangan dari kata senang) atau bahkan seperti makhluk-makhluk ciptaan Allah yang makhluk tersebut tidak dapat disentuh dengan panca indra. Kata وَالنَّخْلَ ini sering digunakan untuk menerangkan penamaan suatu obyek, kondisi, keadaan atau situasi.

5 kata benda tanpa berakhiran tanwin (n) : kata وَالنَّخْلَ ini merupakan jenis kata benda yang berakhiran tanpa tanwin, kata benda tanpa akhiran tanwin ini dapat memiliki akhiran a ( َ ), i ( ِ ) atau u ( ُ ). untuk kata benda ini, akhiran yang digunakan adalah a (fatchah). bentuk akhiran (apakah berakhiran a,i atau u), hal ini tergantung pada kata sebelumnya. akhiran a (fatchah) disebabkan karena kata sebelumnya menggunakan kata yang menyebebakan kata berikutnya berakhiran fatchah.

Disclaimer / penafian